Jumat, 18 April 2014

Keponakanku Yang Nakal

Saat dalam liburan sekolah menengah umum tahun 2005 saya gunakan dengan mengambil cuti & berlibur ke jakarta, karena saya bekerja sbg pelatih olah raga bela diri di sebuah SMU di daerah.Tapi sudah sekitar 6 tahun Aku tak pernah lagi liburan ke Jakarta karena sibuk mengurusi kegiatan yg cukup menyita waktu. Baru pada tahun 2005 lalu Aku bisa merasakan nikmatnya liburan panjang. Rumah Om Billy paman saya bisa digolongkan pada rumah mewah namun mungil. Walaupun begitu, rumahnya sangat nyaman. Itulah sebabnya aku senang sekali bisa liburan ke sana.

Aku tiba di rumah Om Billy pada pukul 22.00. karena kelelahan aku langsung tidur pulas. Besok paginya, aku langsung disambut oleh hangatnya nasi goreng untuk sarapan pagi. Dan yang bikin aku kaget, heran bercampur kagum, ada sosok gadis yang dulunya masih kelas 5 SD, tapi kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Namanya Nina. Kulitnya yang putih, matanya yang jernih, serta tubuhnya yang indah dan ramping tdk terlalu montok, tinggi sekitar 162 cm, mengusik mataku yang nakal.
"Hallo Kak..! Sorry, tadi malam Nina kecapean jadi tidak menjemput kakak. Silahkan di makan nasi gorengnya, ini Nina buat khusus dan spesial buat Kakak." Katanya sembari menebarkan senyumnya yang indah. Aku langsung terpana.
"Ini benar Nina yang dulu, yang masih ingusan?" Kataku sambil ngeledek.
"Ia, Nina siapa lagi! Tapi udah enggak ingusan lagi, khan?" katanya sambil mencibir.
"Wah..! Udah lama enggak ketemu, enggak taunya udah gede, cantik lagi, tentu udah punya pacar, ya? sekarang kelas berapa?" tanyaku.
"Pacar? Masih belum boleh pacaran sama Papa. Katanya masih kecil. Tapi sekarang Nina udah kelas dua SMA, lho! Khan udah gede?" jawabnya sambil bernada protes terhadap papanya.
"Emang Nina udah siap pacaran?" tanyaku.
Nina menjawab dengan enteng sambil melahap nasi goreng.
"Belum mau sih..! Eh ngomong-ngomong nasinya dimakan, dong. Sayang, kan! Udah dibuat tapi hanya dipelototin."
Aku langsung mengambil piring dan ber-sarapan pagi dengan gadis cantik itu. Selama sarapan, mataku tak pernah lepas memandangi gadis remaja cantik yang duduk didepanku ini.
"Mama dan Papa kemana? koq enggak sarapan bareng?" tanyaku sambil celingak-celinguk ke kiri dan ke nanan.
Nina langsung menjawab, "Oh iya, hampir lupa. Tadi Mama nitip surat ini buat kakak. Katanya ada urusan mendadak".
Nina langsung menyerahkan selembar kertas yang ditulis dengan tangan. Aku langsung membaca surat itu. Isi surat itu mengatakan bahwa Om Billy dan ist ada urusan Kantor di Surabaya selama 2 minggu. Jadi mereka menitipkan Nina kepadaku. Dengan kata lain Aku kebagian jaga rumah dan menjaga Nina selama 2 minggu.
"Emangnya kamu udah biasa ditinggal kayak gini, Nin?" tanyaku setelah membaca surat itu.
"Wah, Kak! 2 minggu itu cepat. Pernah Nina ditinggal sebulan" jawabnya.
"Oke deh! sekarang kakak yang jaga Nina selama 2 minggu. Apapun yang Nina Mau bilang saja sama kakak. Oke?" kataku.
"Oke, deh! sekarang tugas kakak pertama, antarkan Nina jalan-jalan ke Mall. Boleh, Kak?" Nina memohon kepadaku.
"Oh, boleh sekali. Sekarang aja kita berangkat!" setelah itu kami beres-beres dan langsung menuju Mall.

Siang itu Nina kelihatan cantik sekali dengan celana Jeans Ketat dan kaos oblong ketat berwarna merah muda. Semua serba ketat. Seakan memamerkan tubuhnya yang seksi.

Pulang Jalan-jalan pukul 19. 00 malam, Nina kecapean. Dia langsung pergi mandi dan bilang mau istirahat alias tidur. Aku yang biasa tidur larut pergi ke ruang TV dan menonton acara TV. Bosan menonton acara TV yang kurang menyenangkan, Aku teringat akan DVD Porno yang Aku bawa dari daerah. Sambil memastikan Nina kalau sudah tidur, Aku memutar Film Porno yang Aku bawa itu. Lumayan, bisa menghilangkan ketegangan akibat melihat bodinya Nina tadi siang.
Karena keasyikan nonton, Aku tak menyadari Nina udah sekitar 20 menit menyaksikan Aku Menonton Film itu.

Tiba-tiba, "Akh..! Nina *****ik ketika di layar TV terlihat adegan seorang laki-laki memasukkan penisnya ke vagina seorang perempuan. Tentu saja Aku pucat mendengar suara Nina dari arah belakang. Langsung aja Aku matikan DVD itu.
"Nin, kamu udah lama disitu?" tanyaku gugup.
"Kak, tadi Nina mau pipis tapi Nina dengar ada suara desahan jadi Nina kemari" jawabnya polos.
"Kakak ndak usah takut, Nina enggak apa-apa koq. Kebetulan Nina pernah dengar cerita dari teman kalo Film Porno itu asyik. Dan ternyata benar juga. Cuma tadi Nina kaget ada tikus lewat". Jawab Nina. Aku langsung lega.
"Jadi Nina mau nonton juga?" pelan-pelan muncul juga otak terorisku.
"Wah, mau sekali kalau Kakak ijinin nina menjawab krn mungkin dia menganggap saya ini sbg kakaknya" Langsung aja ku ajak Nina menonton film itu dari awal.
Selama menonton Nina terlihat meresapi setiap adegan itu. Perlahan namun pasti Aku dekati Nina dan duduk tepat disampingnya.
"Iseng-iseng kutanya padanya "Nina pernah melakukan adegan begituan?" Nina langsung menjawab tapi tetap matanya tertuju pada TV.
"Pacaran aja belum apalagi adegan begini."
"Mau ndak kakak ajarin yang kayak begituan. Asik, lho! Nina akan rasakan pengalaman & kenikmatan yg hebat. Lihat aja cewek yang di TV itu. Dia kelihatannya sangat menikmati adegan itu. Mau ndak?" Tanyaku spontan.
"Emang kakak pernah dalam hal begituan?" tanya Nina menantang.
"Ee..! nantang, nih?" Aku langsung memeluk Nina dari samping. Eh, Nina diam aja. Terasa sekali nafasnya mulai memburu tanda Dia mulai terangsang dengan Film itu.
Aku tak melepaskan dekapanku sambil mengusap-usap lengan nina dan Sayup-sayup terdengar Nina mendesah sambil membisikkan, "Kak,boleh ngga ajarin Nina tapi ini rahasia kita aja!". Aku seperti disambar petir.
"Yang benar, nih?" tanyaku berdebar memastikan. Mendengar itu Nina langsung melumat bibirku dengan lembut. Aku membiarkan Dia memainkan bibirku. Kemudian Nina melepas lumatannya.

"Kak. Nina pengen tau gimana rasanya katanya teman2 sih asik gitu" Mendengar itu, aku langsung tak menyia-nyiakan kesempatan. Aku langsung melumat bibir indah milik Nina. Nina menyambut dengan lumatan yang masih agak kaku dan gemetaran, aku melumat bibir nina sambil mengajarinya cara berciuman kurang lebih 4 menitan setelah itu kami berdua mulai melepaskan pakaian kami satu persatu, saya yg memulainya dgn menarik keatas kaos tidur nina dan tampaklah bh warna kream yg dipakai nina dan tangan saya dgn cekatan melepaskan kaitan dan sambil menurunkan tali bhnya, nina tampak memejamkan matanya saat bhnya saya lepaskan, tampaklah 2 bukit indah yg putih mulus dengan putting susu sebesar kacang tanah berwarna merah muda kecoklatan,saya berkata sama nina, koq...! Tutup mata ?!, jawabnya malu... ah kak, khan nina sekarang sdh beda dgn yg dulu supaya dia tidak jadi ragu saya langsung memeluknya sambil mencium bibirnya sesaat sampai nina tenang lalu tangan saya mulai meraba pantat nina yg tidak terlalu besar namun padat & mulai meremasnya, nina mendesah & berguman ah.....kaka.., tangan kanan saya segera masuk kebagian dalam celana hawai nina sambil merasakan betapa halus kulitnya sambil terus meremas lembut pantat nina, tanpa menyia-nyiakan waktu saya menarik turun celana hawai sekaligus celana dalam yg dikenakan nina sampai paha namun nina sempat menahan dgn merapatkan pahanya sambil berkata malu ah...kak ! Tapi saya bilang: katanya nina pingin tau gimana sih rasanya ?, khan nina lihat sendiri di film, cewek itu mendesah keenakan saat mereka melakukannya, sambil saya cium lembut bibir nina sesaat sementara tanganku kembali menurunkan celana yg sempat terhenti dipaha, dgn bantuan ciuman tadi nina tampaknya ingin melanjutkan percobaan yg dia ingin rasakan, sayapun dgn sigap segera melepaskan celana nina sampai lepas dr kakinya, tampaklah bagian tubuh yg paling pribadi nina yg baru mulai berbulu, itupun masih halus & agak jarang bulu-2 disekitar vagina nina, sayapun mulai melepaskan kaos yg saya kenakan serta celana pendek saya sekaligus cd saya sampai tak ada sehelai benangpun melilit tubuh kami, nina kembali sempat berkata kaget saat saya melepas cd saya krn waktu itu penisku sdh berdiri tegang dgn ukuran 14 cm & diameter 3.5 cm, ukuran sedang untuk size indonesia. Ternyata Nina lebih cantik jika dilihat dalam kondisi telanjang bulat.

Aku mengamati setiap lekuk tubuh Nina dengan mataku yang jelalatan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sempurna. Nina memiliki tubuh yang sempurna untuk gadis seumur dia. Susunya yang tidak terlalu besar dgn ukuran 32B yg masih kencang dan padat berisi, & saya yakin ini belum pernah tersentuh oleh tangan pria manapun & vaginanya yg tampak masih membentuk celah yg masih rapat.

"Koq Cuma dilihat?" Lamunanku buyar oleh kata-kata Nina itu. Merasa tertantang oleh kata-katanya, Aku langsung memeluknya sambil membaringkan Nina di Sofa dan mulai melumat bibirnya kembali sambil tanganku dengan lembutnya meremas-remas susunya Nina yang montok itu. Nina mulai mendesah-desah tak karuan.
Tak puas hanya meremas, semenit kemudian sambil tetap meremas-remas, Aku mulai menghisap puting susu yang masih kecil & berwarna merah muda kecoklatan itu, bergantian kiri dan kanan.

"Oh.. Kak.. Kak..!badan nina bergetar krn baru pertama kali dalam hidupnya payudaranya diremas & diisap oleh orang lain oh.......!" desah Nina yang membakar gairahku. Jilatanku turun ke perut dan pusar, lalu turun terus sampai ke gundukan kecil milik Nina yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang masih sedikit.
"Ah.. Geli sekali, Kak.. ah..ah....!" desah Nina waktu Aku jilat Kelentitnya yang mulai mengeras karena rangsangan hebat yang aku ciptakan. Tanganku tak pernah lepas dari Susu Nina yang montok itu. Tiba-tiba, Nina *****ik dan melenguh tertahan sambil mengeluarkan cairan vagina yang banyak sekali.
"Akh.. ah.. ah.. ah.. Kak.. oh..!" Itulah orgasme pertama dlm hidupnya. Aku langsung menelan seluruh cairan itu. Rasanya gurih dan nikmat.
"Gimana Enak, Nin?" tanyaku sambil mencubit putting susunya.
"Wah, Kak! Rasanya Nina terbang melayang" Jawabnya sambil meraih baju dalamnya. Melihat itu, Aku langsung mencegahnya.
"Tunggu, Masih ada yang lebih nikmat lagi." Kataku.
"Sekarang kakak mau ajarin Nina yang kayak begitu" sambil menunjuk adegan di TV dimana serang perempuan yang sedang menghisap penis laki-laki.
"Gimana, mau?" Tanyaku menantang.
"Sempat kaget dia begitu saya bilang tadi tp dgn malu-2 dia bilang boleh deh sambil nyoba!" Nina menjawab dan langsung meraih penisku. Nina mengocok perlahan penisku itu seperti yang ada di TV. Lalu dengan malu-malu Dia memasukkannya ke mulutnya yang hangat sambil menyedot-nyedot dengan lembut. Mendapat perlakuan demikian langsung aja penis ku berdiri penuh. Terasa nikmat sekali diperlakukan demikian. Aku menahan Air maniku yang mau keluar. Karena belum saatnya. Setelah kurang lebih 15 menit diemut dan dibelai olah tangan halus Nina, penisku udah siap tempur.
"Nah sekarang pelajaran yang terakhir" Kataku. Nina menurut aja waktu Aku membaringkan di atas karpet. Nina juga diam & kembali menutup dgn dahi berkerut waktu Aku mengesek-gesek penisku di mulut vaginanya yang masih perawan itu. Karena udah kering lagi, Aku kembali menjilat kelentit Nina sampai Vaginanya banjir lagi dengan cairan surga. Nina hanya diam saja ketika Aku mencoba memasukkan penisku ke dalam vaginanya dgn perlahan.

"Ah.. Sakit, Kak.. oh.. Kak..!" jerit Nina ketika kepala penisku berhasil menerobos masuk celah vaginanya. Dengan lembut Aku melumat bibirnya sambil meremas-remas lembut payudaranya sekitar 2 menitan supaya Nina tenang. Setelah itu kembali Aku coba menekan pinggulku.

"Terasa sempit sekali vagina nina untuk penisku, oh..!" Nina hanya memejamkan mata sambil mendesah menahan rasa sakit di vaginanya sekitar baru kepala penisku yg baru masuk ke vagina Nina supaya dia terbiasa dgn penisku, aku tidak langsung memasukan penisku tp dgn menarik keluar masuk ke vagina Nina sebatas tadi. Tampak Nina tidak terlalu tegang lagi namun matanya msh terpejam kuat sambil merasakan sesuatu benda keluar masuk di vaginanya, agak aneh, tegang, geli, kuatir demikian pengakuan Nina waktu menceritakannya pada saya.

Setelah berjuang dengan susah payah,sekitar 5 menitan saya mencoba menekan lebih dalam penisku ke vagina nina dan Bless..!, terasa seperti kepala penis saya menerobos sesuatu yg halus & lembut waktu saya melekukan penekanan tadi
"Akh.. Kak.. sakit..!" Nina *****ik tertahan & badannya agak menegang sambil memelukku erat ketika Aku berhasil mencoblos keperawanannya dengan penisku. Terus saja dgn perlahan saya memasuk keluarkan penisku dgn gerakan yg hati-2 karena terasa masih seret gesekan kulit penisku dgn dinding vagina Nina, suatu perasaan nikmat yg luar biasa bagi saya saat itu lain dgn Nina, dia bilang cukup sakit saat saya menekan penis saya & merobek selaput perawannya & aneh ada benda di dalam vaginanya. Setelahkira-2 4 sampai 6 menit (kayaknya sih soalnya ngga sempat liat jam) saya tekan penisku sampai mentok, lalu Aku memeluk erat Nina dan berusaha menenangkan Dia dengan lumatan-lumatan serta remasan-remasan yang lembut di payudaranya.Terasa denyutan-2 pada vagina yg menjepit penisku.Nina merasakan penuh vaginanya waktu itu. Setelah tenang, Aku langsung menggenjot Nina dengan perlahan & pasti.

"Oh.. e.. oo.. hh.., ss.. ah..!" Nina mendesah tanpa arti. Kepalanya kekanan-kekiri menahan rasa sakit & geli pada kemaluannya. Nafasnya mulai memburu. Tanganku tak pernah lepas dari payudara yang sejak tadi keremas-remas terus. Karena masih rapat sekali, penisku terasa seperti di remas-remas oleh vaginanya Nina,
"Oh.. Nin, vaginamu ini, oh..!" Aku mendesah nikmat.
"Gimana, enak? nikmat?" bisikku sambil terus menggenjot Nina.
"ah....ah....., Kak.. oh..sakit...perih...pelan pelan, Kak.. oh..!" Desah Nina.
Setelah kurang lebih 25 menit Aku menggenjot Nina, tiba-tiba Nina mengejang.
"K.. Kak..! Nina udah enggak tahan. Nina mau pi.. piss.. oh..!" Kata Nina sambil tersengal-sengal.
"Sabar, Nin! Kita keluarkan Bersama-sama, yah! Satu.." Aku semakin mempercepat gerakan pinggulku.
"Dua.., Ti.. nggak.. oh.. yess..!" Aku Menyemburkan Spermaku, croot.. croot.. croott..! Dan bersamaan dengan itu Nina juga mengalami orgasme.
"Akh.. oh....!" Nina menyiram kepala penisku dengan cairan orgasmenya. Terasa hangat sekali dan nikmat. Kami saling berpelukan menikmati indahnya orgasme. Setelah penisku mengeluarkan cairan sperma di dalam vagina Nina, aku menarik dgn perlahan, saat menarik nina menahan nafas krn memang penisku msh tegang walaupun tidak full sehingga terasa oleh nina gesekan pada vaginanya, perih....kak ! Ooh.....kak, slepp..... Lepas sudah penisku dr vaginanya terasa msh agak menjepit memang vagina nina krn baru pertama kali dimasuki penis laki-2, setelah itu aku terbaring di samping Nina. Kulihat Nina masih tersengal-sengal dan terlihat badannya berkeringat, Sambil tersenyum puas, Aku mengecup dahi Nina dan berkata
"Thank's Nina! Kamu telah memberikan harta berhargamu kepada kakak. Kamu menyesal?" Sambil dgn ekspresi yg tidak bisa dibayangkan Nina menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kakak hebat. Nina bisa belajar banyak tentang Sex malam ini. Dan Nina Serahkan mahkota Nina karena Nina percaya kakak menyayangi Nina. Kakak tak akan ninggalin Nina. Thank's ya Kak! Yang tadi itu wah...! sekali. Rasanya terus terang ngga bisa dibayangin deh, emang awalnya nina takut apalagi penis kakak itu besar buat nina yg baru pertama kali, ngeri....deh mana sakit waktu kepalanya penis tadi masuk ke vagina nina dan sakit sekali tadi waktu kakak menekannya masuk kayaknya waktu itu seperti robek vagina nina (saat penis saya menembus selaput perawannya Nina tadi) terus kakak tekan sampai masuk semua penis kakak, wah terasa sakit, tegang dan pehuh vagina nina juga waktu kakak mulai narik keluar, rasanya sakit, geli terus waktu nekan masuk, penuh deh vagina nina, rasanya ngga kebayang deh Kak !. Saya tersenyum mendengar itu semua.

Kemudian kami membenahi diri dan saya membersihkan darah perawan Nina yang berceceran di karpet dengan saputangan saya. Masih memakai BH dan celana dalam, Nina minta Aku memandikan Dia seperti yang Aku lakukan sekitar enam tahun yang lalu. Aku menuruti kemauannya. Dan kamipun mandi bareng malam itu. Sementara mandi, pikiran ngereskupun muncul lagi ketika melihat payudara Nina yang mengkilat kena air dari shower. Langsung aja kupeluk Nina dari belakang sambil kuremas payudaranya.
"Mau lagi nih..!" Kata Nina menggoda. Birahiku langsung naik digoda begitu.
"Tapi di tempat tidur aja, Kak. Nina capek berdiri" kata Nina berbisik. Aku langsung menggendong Nina ke tempat tidurnya dan mulai kembali mencumbu nina dgn penu perasaan sayang sama Nina di sana. Kembali kami merasakan nikmatnya surga dunia malam itu. Setelah itu kami kelelahan dan langsung tertidur pulas.
Pagi harinya, aku bangun dan Nina tak ada disampingku. Aku mencari-cari tak tahunya ada di dapur sedang menyiapkan sarapan pagi. Maklum tak ada pembantu. Kulihat Nina hanya memakai kaos oblong dan celana dalam saja. Pantatnya yang aduhai, sangat elok dilihat dari belakang. Aku langsung menerjang Nina dari belakang sambil mengecup leher putihnya yang indah. Nina kaget dan langsung memutar badannya. Aku langsung mengecup bibir sensualnya.

"Wah.. orang ini enggak ada puasnya..!" kata Nina Menggoda. Langsung saja kucumbu Nina di dapur. Kemudian Dia melorotkan celana dalamku dan mulai menghisap penisku. Wah, ada kemajuan. Hisapannya semakin sempurna dan hebat. Aku pun tak mau kalah. Kuangkat Dia keatas meja dan menarik celana dalamnya dengan gigiku sampai lepas. Tanganku menyusup ke dalam kaos oblongnya. Dan ternyata Nina tak memakai BH. Langsung aja kuremas-remas susunya sambil kujilat-jilat kelentitnya. Nina minta-minta ampun dengan perlakuanku itu dan memohon supaya Aku menuntaskan kerjaanku dengan cepat.

"Kak..,oh.. Kak.." Mendengar desahan itu, langsung aja kumasukkan perlahan penisku kedalam lubang surganya yang telah banjir dengan cairan pelumas. Penisku masuk, terasa msh menjepit vaginanya walaupun sudah tidak perawan lagi, tdk seperti tadi malam saat pertama kali penisku memasuki vagina nina, terasa susah & seret serta menjepit. Dengan leluasa Aku menggenjot Nina di atas meja makan.
Setelah sekitar 15 menit, Nina mengalami orgasme dan disusul dengan Aku yang menyemburkan spermaku di dalam vagina Nina.
"Oh.. Kak.. akh..!" desah Nina. Aku melenguh dengan keras
"Ah.. yes..! Nina, kamu memang hebat.."
Setelah itu kami sarapan dan mandi sama-sama. Lalu kami pergi ke Mall. Jalan-jalan.
Begitulah setiap harinya kami berdua selama seminggu. Setelah itu Om Billy dan Tante pulang tanpa curiga sedikitpun kamipun merahasiakan semuanya itu. Kalau ada kesempatan, kami melakukannya di dalam kamarku selama 2 minggu kami membina hubungan terlarang ini. Sampai Aku harus pulang ke Manado. Nina menangis karena kepergianku. Tapi Aku berjanji akan kembali lagi dan memberikan Nina Kenikmatan yang tiada taranya.

6 komentar: